MOBIL KULIT JERUK - Teman Sejati Senang Berbagi (Cerita Anak) - Yadimulyadi.com - Yadimulyadi.com

MOBIL KULIT JERUK – Teman Sejati Senang Berbagi (Cerita Anak)

Sunday, February 11th 2018. | Cerita Anak

MOBIL KULIT JERUK – Teman Sejati Senang Berbagi (Cerita Anak)
Terimakasih telah berkunjung keblog saya Yadimulyadi.com, pada postingan berikut ini tentang Cerita Anak. Ada satu cerita bagus yang ditulis oleh Irfan Amalee dan Irma Irawati dengan judul “Teman Sejati Senang Berbagi”.
Tujuan dari cerita anak ini adalah agar orang dewasa bisa membacakan cerita-cerita ini untuk anak-anak usia 3 sampai 6 tahun. Cerita-cerita ini kaya akan kosakata, karakter-karakter moral, dan nilai-nilai tradisi sosial sehingga bisa turut melengkapi kemampuan si kecil dalam membaca, serta bermanfaat bagi perkembangan sosial dalam moral anak-anak.

Nilai Peace Generation yang Disampaikan Cerita Anak ini : “Teman Yang Baik”

  • Tetap bersikap baik kepada teman, tanpa perasaan dendam
  • Bersedia untuk meghadiri upacara adat dari budaya teman
  • Bersedia berbagi dengan teman
  • Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf, serta siap memberi maaf.

MOBIL KULIT JERUK
Teman Sejati Senang Berbagi (Cerita Anak)

MOBIL KULIT JERUK

MOBIL KULIT JERUK

PLAK PLAK GUNG….
Alunan musik Sunda terdengar riuh dikampungnya Ujang di Panjalu, Jawa Barat. Hari ini Ujang dan Somad gembira sekali karena mereka berada di antara iring-iringan dalam memeriahkan upacara adat Nyangku. Acara adat ini rutin diadakan di kampungnya, digelar setiap bulan Maulud, yaitu bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Warga dari berbagai usia bediri berdesakan di tepi jalan. Mereka ingin melihat iring-iringan upacara menuju Bumi Alit dan dilanjutkan ke Nusa Larang, pulau kecil yang terletak di tengan Danau Situ Lengkong. Melewati halaman rumah Agus, Somad tertarik melihat kerumunan anak-anak. Dia jadi penasaran ingin menghampiri.

Jang..!! kita kesana yuk” ajak Somad.

Ternyata, anak-anak sedang menyaksikan Agus yang sedang mengendalikan mobil-mobilan itu milik Taufik, saudara Agus yang datang dari Lampung. Mereka asyik bermain sambil menikmati jeruk bali. Pohon jeruk bali tumbuh rindang di halaman rumah Agus.

“Wow..Kereeen…”

Ujang dan Somad terbengong-bengong melihat kelincahan mobil remote itu. Somad tergiur ingin mencobanya. “Boleh kami pinjam? tanya Ujang dan Somad kepada Taufik. “Tidak boleh, nanti baterainya habis, “jawab taufik sambil menggelengkan kepada.

Ujang dan Somad hanya bisa menonton dengan perasaan kecewa. Tapi ketika melihat kulit jeruk yang berserakan… “Aha aku punya ide!” kata Somad, Ujang pun paham maksud Somad, sahabatnya yang bersasal dari Bogor, “Gus kulit jeruknya boleh ku minta? tanya Ujang, dan Agus menggangguk sambil tangannya tetap sibuk dengan remote.

Ujang dan Somad mulai sibuk memungitu kulit jeruk. Taufik dan Agus melihatnya dengan heran. Ujang dan Somad pun mulai beraksi. Tangan Ujang lincah memotong kulit jeruk membentuk lingkaran segitiga, kotak… Somad menancapkan potongan kayu dan lidi, lalu menggabungkan potongan-potongan kulit jeruk itu. Sedikit lagi, karya mereka hampir jadi.

Akhirnya.. jadilah mobil-mobilan!

Anak-anak lain yang sebelumnya menonton aksi mobil remote, jadi tertarik dengan mobil kulit jeruk yang dibuat Ujang dan Somad. Mereka semua berebut minta diajari.

Agus dan Taufik ketinggalan ikut menghampiri dan mengambil beberapa kulit jeruk yang masih berseakan di teras. Tinggalah taufik yang bermain sendirian. Dia celingak-celinguk kekiri dan kekanan. “Hmmm tidak seru kalau main sendirian, ” kata Taufik dan hati. Akhirnya..

Taufik pun ikut menghampiri kerumunan Ujang. Dengan malu-malu, dia meminta Uajng untuk mengajarinya membuat mobil-mobilan. Dengan senang hati Ujang pun mengajarinya. Taufik suka sekali dengan mobil kulit jeruk tersebut, karena tak perlu memakai baterai untuk menjalankannya.

Tiba-tiba Ibu Agus menghampiri mereka yangsedang sibuk dengan kulit jeruk. “Anak-anak, bolehkan Ibu meminta kulit jeruknya? pinta Ibu. “Lho, Bibi mau buat mobil-mobilan juga?” tanya Taufik penasaran. Ibu Agus menggelengkan kepala. “Rahasia! Lihat nanti saja ya.”

Ibu Agus berlalu sambil membawa beberapa potongan kulit jeruk. “Anak-anak kulit jeruknya sudah berubah”! terdengar suara Ibu Agus memanggil. “Kalua Jeruk! Permen Alami, silahkan dicicipi” kata ibu lagi.

Rupanya, kulit jeruk yang diminta ibu Agus itu untuk diolah menjadi makanan khas Panjalu, namanya Kalua Jeruk. Hmmm…. lezatnya! Empuk dan Manis, lumer di mulut. Lengkap sudah kegembiraan mereka, punya mobil-mobilan baru dan bisa menikmati makanan enak.

TARARAAMMMMM…!

Setiap anak sudah memegang mobil-mobilan dari kulit jeruk hasil karyanya. Mereka akan konvoi mengikuti rombongan yang baru kembali dari upacara Nyangku. Sebelum pergi, Taufik menghampiri Ujang dan Somad. Jang, somad, maafkan aku, ya. Tadi, aku tidak meminjami mobil-mobilanku.” Tidak apa-apa, kita sekarang lan sudah punya mobil yang lebih unik, “kata Somad. MOBIL KULIT JERUK! Tidak perlu baterai, tak perlu remote!

DISKUSI
“MOBIL KULIT JERUK”
Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini akan membantu anak-anak menemukan arti persahabatan yang digambarkan dalam cerita ini. Juga memperkuat perasaan kebangsaan, walaupun berbeda suku, tetap satu Indonesia.

Karena anak-anak yang mendengar cerita ini masih kecil, mereka tidak bisa memahami seluruh arti sekaligus. Setiap kali mereka mendengar cerita ini, orang dewasa harus menyesuaikan dengan pertanyaan. Kalu perlu, silahkan tambah pertanyaanya lagi.

Apa arti menjadi seorang teman?
Siapakah teman dari Ujang dan Somad?
Mana yang lebih penting: bermain dengan mainan mahal atau bermain dengan teman-teman? Mengapa?
Apa yang dilakukan Ujang dan Somad yang membuat mereka senang?

Apa yang berbeda/sama dari teman-teman dalam cerita ini?
Apa saja kesamaan antara anak-anak dalam cerita ini?
Apa saja perbedaan antara anak-anak itu?

Apa yang menjadi mudah/sulit, untuk menjadi teman dengan seorang yang sedikit berbeda?
Bagaimana perasaan Ujang dan Somad ketika agus dan Taufik meminjamkan mobil remote?
Bagaimana Ujang dan Somad menunjukan bahwa mereka mau berteman dengan Agus dan Taufik?
Apa yang dilakukan oleh Taufik dan untuk menunjukan bahwa di Menyesal?

Apa artinya menjadi orang Indonesia?
Selain Maulid Nabi, hari libur apa yang kamu ketahui?
Hari raya atau upacara adat apa yang kamu suka?

(Visited 46 times, 1 visits today)