Keberadaan Angklung Di Kota Bandung

Sunday, October 29th 2017. | Artikel Angklung, Sejarah Angklung

Keberadaan Angklung Di Kota Bandung
Yadimulyadi.com – Kota Bandung telah dikenal oleh masyarakat di Indonesia sebagai kota yang memiliki apresiasi seni yang tinggi, salah satunya di bidang musik. Salah satu pemicu tingginya apresiasi seni tersebut karena masyarakat kota Bandung yang kreatif. Untuk itu kota Bandung dikenal sebagai kota kreatif, dan kreativitas tersebut diharapkan dapat mengangkat nama Bandung ke tingkat internasional.

Seni merupakan salah satu unsur kebudayaan yang erat dengan kehidupan bermasyarakat. Aktivitas seni dalam lingkungan masyarakat bersifat kelompok. Arnold Hauser (1982: 40) dalam bukunya “The Sociology of Art” menyatakan bahwa seni adalah produk masyarakat . Dengan kata lain, tidak ada seni tanpa adanya suatu masyarakat.

Keberadaan Angklung Di Kota Bandung

Penampilan Angklung DISADA SMA BPI2 Kota Bandung, Binaan Yadi Mulyadi, 2016

Kesenian angklung adalah kesenian tradisional masyarakat Jawa Barat. Seni angklung diatonis tumbuh berkembang di Kota Bandung pada masa awal mula diadakannya Konferensi Asia Afrika atas dasar ide gagasan Daeng Soetigna yang membuat dan membesarkan angklung diatonis ini.
…. Daeng Soetigna, misalnya, dulu dengan Angklung Diatonisnya melakukan pertunjukan dalam pembukaan Konferensi Asia Afrika (KAA), dengan menampilkan lagu-lagu daerah setempat, daerah Nusantara, Indonesia (pop, keroncong), dan lagu-lagu asing (Hermawan, Deni dkk., 2012: 133).

Kehadiran sebuah bentuk seni ditentukan oleh hadirnya golongan masyarakat tertentu. Adolph S. Tomars dalam Soedarsono (2010: 02) tulisannya yang berjudul “Class Systems and the Arts” menegaskan, bahwa kehadiran sebuah bentuk seni ditentukan oleh hadirnya golongan masyarakat tertentu.

Dalam rangka menjaga kesenian angklung tersebut agar tetap hidup di masyarakat Kota Bandung, sangat diperlukan peran aktif masyarakat lokal untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian angklung ini. Peran serta masyarakat Kota Bandung dalam melestarikan angklung diatonis agar tetap berlangsung kehidupannya di masyarakat, telah mereka lakukan dari zaman awal mula angklung diatonis ini diciptakan hingga sekarang.

Berdasarkan data fakta yang terjadi di lapangan, peran serta masyarakat lokal dalam menjaga proses keberlangsungan angklung diatonis di Kota Bandung dapat penulis kategorikan menjadi beberapa unsur penting dalam keberlangsungannya. Unsur-unsur tersebut di antaranya; adanya komunitas angklung dalam lembaga pendidikan, pendidikan musik angklung, peranan alat musik angklung diatonis bagi masyarakat Kota Bandung, pengrajin angklung, sesepuh (tokoh) angklung, musisi angklung dan pelatih angklung, dan event rutin festival angkung/pasanggiri angklung.

Oleh. Yadi Mulyadi

(Visited 33 times, 1 visits today)
tags: , ,