Fungsi Manusia (QS. Al-Baqarah 2:30-33)

Wawasan

Fungsi Manusia (QS. Al-Baqarah 2:30-33)
Terima kasih telah mengunjungi blog belajar Tafsir Al-Quran dan Artinya, Artikel Sebelumnya membahas tentang ” Tafsir Al-Fatihah (Surah ke-1, Terdiri dari 7 ayat Makkiyyah) ” hari ini saya akan berbagi informasi tentang Fungsi Manusia. Semua orang membutuhkan banyak informasi tidak terkecuali info tentang Fungsi Manusia adalah, untuk lebih jelasnya silahkan untuk hanya membaca seluruh isi artikel ini.

Fungsi Manusia

Fungsi Manusia
Fungsi Manusia

Fungsi Manusia (QS. Al-Baqarah 2:30-33)

Intisari Tafsir
Ayat ke-30 menerangkan tentang kemuliaan Nabi Adam as. sebagai bapak seluruh manusia. Ketika Allah Ta’ala akan menciptakan Adam as., Dia memberitahukannya kepada malaikat sekaligus menyatakan akan menjadikan Adam as. sebagai pemimpin di muka bumi. Namun, malaikat mempertanyakan keputusan tersebut. Mereka mengetahui bahwa Adam as. dan keturunannya akan melakukan kemaksiatan di muka bumi dan saling menumpahkan darah.

Malaikat menyatakan bahwa mereka adalah mahluk yang selalu taat dan tidak pernah melakukan dosa. Akan tetapi, Allah Ta’ala membantah ketidaksepakatan malaikat tentang manusia dengan menyatakan bahwa Dia mengetahui apa yang tidak diketahui oleh malaikat. Pembicaraan malaikat sesungguhnya hanya sekadar perkiraan.

Allah Ta’ala memberikan kelebihan kepada Adam as. dan keturunannya dengan memberikan ilmu tentang nama-nama yang ada di bumi, seperti nama-nama tumbuhan, hewan, benda-benda di alam,dan sebagainya. Kemudian, Allah Ta’ala memberikan tantangan kepada malaikat sebagai sebentuk ujian bahwa mereka lebih berhak untuk menjadi pemimpin di dunia untuk menyebutkan nama-nama segala hal yang ada di dunia.

Pada akhirnya, malaikat mengakui bahwa mereka tidak mengetahui semua itu, kecuali apa yang telah ajarakan kepada mereka. Sesungguhnya, ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Segala yang Allah Ta’ala ciptakan pun mengandung hikmah.

Allah Ta’ala selanjutnya memerintahkan kepada Adam as. untuk memberitahukan tentang nama-nama benda yang tidak diketahui oleh malaikat. Maka, Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat,”Aku sudah memberitahukan bahwa Aku lebih tahu apa yang tesembunyi di langit dan di bumi. Aku pun mengetahui apa yang terlihat dan yang tersembunyi.”

(Tafsir Taisir Al Karim Ar Rahman, Abdurrahman As Sa’di dan Tafsir Al Muyassar, Abdullah bin Abdul muhsin At Turki)

Ulumul Qur’an

Lafaz “wa a’lamu ma tubduna” mengalami pengulangan dengan lafaz sebelumnya “inni a’lamu”. Arti keduanya sama, yaitu Aku (Allah) Maha Mengetahui. Pengulangan yang terdapat pada kalimat ini seakan menegaskan dan memantapkan maknanya di dalam hati pendengar, bahwa pengetahuan yang dimiliki Allah Azza wa Jalla mencakup segala hal yang ada di langit dan di bumi.

Bentuk dari lafaz yang diulang seperti ini disebut sebagai itnab, yaitu bertambahnya lafaz dalam satu kalimat melebihi makna kalimat tersebut karena adanya suatu hal yang bermanfaat. (Tafsir Al Munir, Wahbah Az Zuhaili dan : Balaghatul Wddihah, Ali Al Jarim dan Musthafa Utsman}

Khasanah Pengetahuan

Keutamaan manusia dibandingkan dengan malaikat
Malaikat adalah mahluk Allah Ta’ala yang diciptakan dari cahaya, tidak pernah makan dan tidak pernah minum, tidak pernah bermaksiat dan senantiasa mengerjakan segala perintah Allah Ta’ala tanpa membantah. Apabila malaikat diperintahkan untuk bertasbih, dia akan bertasbih. Apabila malaikat diperintahkan untuk mentabut nyawa, dia akan mencabut nyawa tanpa membantah. Semua ini terjadi karena malaikat tidak memilki nafsu. Dia hanya tunduk dan patuh kepada Rabbnya.

Hal ini berbeda dengan manusia yang diciptakan dari tanah, selalu makan dan minum. Manusia seringkali melakukan kerusakan dan kemaksiatan, meninggalkan yang diperintahkan dan melakasanakan yang dilarang. Manusia memiliki hati dan akal sebagai sumber penggerak yang melahirkan sikap, keinginan, dan dorongan untuk berbuat.

Dengan hati dan akal yang dimilikinya tersebut, manusia diperintah agar menjaga dan memelihara kehidupan yang ada di bumi tanpa merusaknya. Maka, manusia yang menggunakan hati dan akalnya dengan panduan wahyu, niscaya akan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat sekaligus menjadi mahluk terbaik di antara semua ciptaan Allah Ta’ala. (Tafsir Al Munir, Wahbah Az Zuhaili}

Rujukan Hadis

Dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi saw. bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin; dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang amir dalah pemimpin. Seorang suami juga pemimpin atas keluarganya. Seorarrg wanita juga pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya. Maka, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR Bukhari,No. 4801)

Panduan Amal

Cara melaksanakan fungsi kekhalifahan di muka bumi.

  • Khalifah dipilih oleh ahlul halli wal’aqd yaitu para ulama, pemimpin-pemimpin yang mempunyai keduduukan terhormat di masyarakat dan dipercaya oleh rakyat sehingga peraturan yang dijalankan bisa diterima dan dijalankan oleh rakyat.Khalifah harus membela dan menjalankan syariat agama yang sudah tertuang di dalam nash,┬ábaik Al-quran, hadis, dan ijma yang telah disepakati. Khalifah memberikan keleluasaan kepada rakyat dalam masalah ijtihadiyah yang menyangkut ilmu pengetahuan atau pekerjaan. Dalam masalah pemerintahan, khalifah berhak mengungkapkan pendapatnya di dalam masalah ijtihadiyah sesudah bermusyawarah dengan ahlul hali wal’aqdi.
  • Khalifah menjadi pihak yang mengatur pengadilan dimuka bumi, baik yang bersangkutan dengan hudud (hukum-hukum Allah} atau pun mendamaikan perselisihan yang terjadi ditengah tengah masyarakat.
  • Khalifah bertugas menjaga keamanan sehingga tercipta suasana yang kondusif, aman, dan tenteram.
    Ketika menghadapai masalah yang tida ada nashnya, seorang khalifah harus bermusyawarah dengan menteri atau wakil rakyat.
  • Khalifah harus mengatur wilayah perbatasan dengan daerah yang dikuasai oleh pemerintahan lain..
  • Khalifah menyeru untuk berjihad apabila sudah sampai pada batas-batas yang diizinkan agama.
  • Khalifah harus mampu mengatur baitul malldan lembaga sosial lainnya untuk memberikan kemakmuran kepada masyarakat.
  • Khalifah hendaknya bergaul dengan seluruh masyarakat secara baik agar dia mengetahui kondisi masyarakat yang sebenarnya; dengan demikian, seorang khalifah tidak diperbolehkan untuk menyendiri dan menjauhi masyarakat yang dipimpinnya.

Dengan demikian posting blog Belajar Tafsir Al-Quran dan Artinya dengan judul “Fungsi Manusia” semoga Alloh Swt memberikan pahala bagi anda yang membaca dan mengamalkan bacaan ini, dan berikan doa kepada yang telah membuat tulisan ini. Anda juga dapat membaca artikel Tafsir Al-Quran lainnya di sebelah kanan menu blog artikel ini.

TAFSIR AL-QURAN – Artikel berjudul Fungsi Manusia berasal dari hasil kutipan Al-Quran “Hijaz The Practice” Tujuan hanya ingin berbagi Ilmu Islam kepada khalayak Umum, semoga diberikan Keberkahan kepada Penyusun Hijaz The Practice. Aamiin…

2 thoughts on “Fungsi Manusia (QS. Al-Baqarah 2:30-33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *