Allah Maha Pemberi Nikmat (QS. Al-Baqarah 2:40-48)

Tauhid

Allah Maha Pemberi Nikmat (QS. Al-Baqarah 2:40-48)
Yadimulyadi.com – Terima kasih telah mengunjungi blog belajar Tafsir Al-Quran dan Artinya, Artikel Sebelumnya membahas tentang ” Sifat Orang Munafik ” hari ini saya akan berbagi informasi tentang Allah Maha Pemberi Nikmat. Semua orang membutuhkan banyak informasi tidak terkecuali info tentang Allah Maha Pemberi Nikmat adalah, untuk lebih jelasnya silahkan untuk hanya membaca seluruh isi artikel ini.

Allah Maha Pemberi Nikmat

Allah Maha Pemberi Nikmat

Allah Maha Pemberi Nikmat (QS. Al-Baqarah 2:40-48)

Allah Swt. memerintahkan kepada Bani lsrail agar mengingat limpahan nikmat-Nya dengan mewujudkannya melalui ketaatan kepada Allah Ta’ala, Rasulullah saw. beserta Al Qur’an dibawanya; berusaha menepati janji yang telah mereka ikrarkan kepada Allah sehingga apapun berkenan merealisasikan janji-Nya. Mereka pun diperintahkan untuk takut kepada-Nya dan tidak takut kepada selain-Nya, beriman kepada Al Qur’an dan tidak menjadi orang, mengingkari kebenaran di dalamnya.

Selain itu, Allah Swt. pun melarang mereka untuk mencampuradukkan antara yang hak dan yang batil seperti dalam hal keimanan terhadap kenabian Rasulullah saw. Allah Swt selanjutnya memerintahkan mereka agar takut kepada-Nya dalam masalah tersebut mengancam mereka, bahwa jika mereka menyembunyikan kebenaran, Allah Swt. niscaya akan menimpakan azab.

Allah Swt. menyerukan mereka untuk bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya, menegakkan shalat karena shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.T etapi, semua itu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu orang merendahkan dirinya di hadapan ilahi, berpegang teguh pada ketaatan, dan hanya kepada-Nya.

Sesungguhnya, manusia telah diberi limpahan nikmat oleh Zat Yang Mahakuasa. Sangat layakapa bila manusia, khususnya orang-orang yang mengaku beriman, untuk syukuri limpahan nikmat tersebut memalui hati, lisan, dan seluruh anggota badan. Bakar Al Jazairi berkata, “Mensyukuri beragam nikmat-Nya dapat diimplementasikan pengakuan terhadap nikmat tersebut, memuji Allah Ta’ala, dan menggunakan segala isi yang telah diterima untuk meraih keridhaan-Nya.” (Tafsir Al Qur’anAl ‘Adhim, lbnu Kats Aisarut Tafasir Ii Kalam Al ‘Alfy Al Kabir, Abu Bakar Al Jazairi)

Asbabun Nuzul

Al Wahidi meriwayatkan dari Ats Tsa’labi , dari Abdullah bin Abbas bahwa ayat ini
(QS Al Baqarah, 2:44) turun berkenaan dengan sekelompok orang Yahudi di Madinah. Di antara mereka ada yang berkata kepada saudara kandung, kerabat, dan saudara-saudara sesusunya dari kaum muslimin agar mengikuti ajaran agama Muhammad saw. karena mereka yakin akan kebenaran ajaran yang dibawanya.

Mereka menyuruh orang lain untuk beriman, akan tetapi mereka sendiri tidak melakukannya. Allah Swt. mengecam perbuatan tersebut. Sesungguhnya, orang yang memerintahkan suatu kebaikan seharusnya menjadi orang yang paling bersungguh-sungguh dan paling depan dalam mengerjakan kebaikan itu dibandingkan orang lain. (Asbabun NuzOI, Abu Hasan Al Wahidi)

 

Khasanah Pengetahuan

Nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada Bani lsrail
Allah Ta’ala memanggil kaum ini dengan sebutan Bani lsrail karena mereka adalah anak cucu lsrail atau Nabi Ya’qub as. Mereka sekarang dikenal dengan nama bangsa Yahudi. Kata lsrail sendiri merupakan kata ajami yang bukan dari bahasa Arab. Adapun maknanya adalah Abdullah (hamba Allah).

Ada banyak nikmat yang telah Allah Swt. karuniakan kepada Bani lsrail. Bahkan, tidak ada satu umat pun yang mendapat nikmat sebesar mereka. Nikmat-nikmat tersebut antara lain:

  1. Allah telah memilih dan mengutamakan mereka di atas umat lain pada zamannya;
  2. Allah menyelamatkan mereka dari kekejaman dan kezaliman Fir’aun;
  3. Allah meneggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya di depan mata mereka;
  4. Allah menerima tobat mereka setelah menyembah sapi betina;
  5. Allah memberikan mereka Al Kitcib dan Al Furqan;
  6. Allah membangkitkan mereka setelah kematian agar bisa bersyukur;
  7. Allah menaungi mereka dengan awan, menurunkan manna dan salwa, serta Allah pancarkan untuk mereka dua belas mata air;
  8. Allah menjadikan dari mereka para nabi,raja, dan mengaruniakan mereka apayang tidak diberikan untuk umat yang lain.
    (At Tashii Ii Takwil At Tanzil, Abu Abdullah Musthafa)

Panduan Amal

Diantara sifat orang yang beriman adalah bersyukur ketika mendapat berbagai kenikmatan. Salah satunya dengan mengucapkan lafaz “alflamdulilfah” atau ucapan sejenis. Arti bersyukur adalah memuji Zat yang telah memberikan berbagai kenikmatan dan kebaikan. Akan tetapi, seorang mukmin tidak cukup hanya memujidengan lisan, karena syukur nikmat berkaitan erat dengan hati, lisan, dan anggota badan sekaligus.

Adapun hati bertugas mengakui bahwa nikmat tersebut berilsal dari Allah semata. Lisan bertugas menyanjung dan memuji Allah yang telah rnemberrkan riikmat. Adapun tugas anggota badan adalah menggunakan nikmat tersebut untuk menjalankan ketaatan kepada-Nya dan menahan diri agar jangan sampai digunakan untuk kemaksiatan.

Hasan Al Bashri berkata,”Perbanyaklah menyebut nikmat-nikmat ini. Sesungguhnya menyebutnya merupakan rasa syukur, dan sungguh Allah telah memerintahkan nabi-Nya agar menceritakan nikmat Rabbnya. Dalam Al Qur’an, Allah Swt. pun menegaskan,“Dan terhadap nikmat Tuhanmumaka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).” (QS Adh Dhuna, 93:11l)
Syuraih pun berkata, “Tidaklah seorang hamba ditimpa suatu musibah kecuali Allah Ta’ala akan memberikan kepadanya tiga kenikmatan, yaitu musibah itu tidak berkaitan dengan agamanya; musibah itu tidak lebih besar daripada apa yang telah ada; yakin apabila musibah itu harus terjadi, maka telah terjadi (sebagai ujian baginya).” (Tazkiyatun Nufus, lbnu Rajab Al Hanbali)

Dengan demikian posting blog Belajar Tafsir Al-Quran dan Artinya dengan judul “Allah Maha Pemberi Nikmat” semoga Alloh Swt memberikan pahala bagi anda yang membaca dan mengamalkan bacaan ini, dan berikan doa kepada yang telah membuat tulisan ini. Anda juga dapat membaca artikel Tafsir Al-Quran lainnya di sebelah kanan menu blog artikel ini.

TAFSIR AL-QURAN – Artikel berjudul Allah Maha Pemberi Nikmat berasal dari hasil kutipan Al-Quran “Hijaz The Practice” Tujuan hanya ingin berbagi Ilmu Islam kepada khalayak Umum, semoga diberikan Keberkahan kepada Penyusun Hijaz The Practice. Aamiin…

(Visited 19 times, 1 visits today)

1 thought on “Allah Maha Pemberi Nikmat (QS. Al-Baqarah 2:40-48)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *